Selasa, 15 September 2009

Panjang waktu

Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte.

Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap subframe adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. satelit komunikasi. Kinerja yang utama dari pada sistem satelit untuk aplikasi ini adalah Receive G/T, EIRP dan Linieritas Penguat Daya. Besarnya nilai G/T dan EIRP akan sangat menentukan sekali besarnya ukuran terminal VSAT, yang pada akhirnya menentukan nilai ekonomisnya. Namun penambahan EIRP dan G/T akan menyebabkan harga satelit menjadi naik. Oleh karena itu penentuan karakteristik payload transponder merupakan salah satu kunci sukses agar sistem multimedia dapat berjalan dengan baik.
Pada bagian selanjutnya kita akan membahas tentang kerakteristik dari pada payload transponder satelit yang merupakan inti dari pembahasan ini.Sistem satelit yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelit yang non regenerative yaitu hanya melakukan fungsi merelay tanpa ada pemrosesan sinyal baik itu modulasi dan demodulasi. Penggunaan sistem satelit regenaratif akan menyebabkan harga dari satelit ituakan naik dikarenakan teknologi yang dipergunakan untuk aplikasi di ruang angkasa belum banyak dipakai untuk mencapai nilai ekonomisnya.

Selasa, 22 Juli 2008

Lelaki Pilihan

Lelaki Pilihan
ehemm ... Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita
muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan,
atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan
lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian
taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih
darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih
rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam.
Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan
keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab,
konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan "jempolan".
Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan
wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman
lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki,
meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik
yang benar.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita
mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon
suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis
insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi
seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan
pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena
hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati,
pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling
berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.
Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang
wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun
kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya,
"... dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita
beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih
baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu ..." (QS/
Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung
mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga
adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang
lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak
bisa diabaikan.
Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja
atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir,
masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan
berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat
kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para
wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi
ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon
suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang
menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat
untuk mendapatkan yang 'lebih' dari semua persyaratan itu. Artinya,
keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta
yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih
penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni
kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon
pendampingnya.
Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada
salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan,
cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga
tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap
laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.
Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al
Muzani, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang
(meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya,
maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka
akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar," Mereka
bertanya, "Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?" Beliau menjawab,
"Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha
(karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia."
(diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)
Imam Asy Syaukani mengatakan, "orang yang kamu ridhai karena agama
dan akhlaqnya" dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu
menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan
bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang
dikutip dari Umar dan Ibnu Mas'ud dan kalangan tabi'in seperti
Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman:
"Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling
taqwa kepada-Nya."
Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu
ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan
pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan
sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh
karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang
itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak
perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.
Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari
sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan
nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya
sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang
diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi
seorang muslimah yang ...ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan
cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya
lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas
segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian
didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya.
(bay/beberapa sumber)

Ciri-ciri Wanita Sholehah

Ciri-ciri Wanita Sholehah
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita
untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga
yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari
segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada
bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan
taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di
rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta
rumah tangga


FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
---------------------------------------

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari
faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material
sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu
wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara
anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari
bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian
ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri
mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan
peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya.
Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan
tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa
cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi
termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke
perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah
memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama
bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana
kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:
" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan
kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi
orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita
sholihah.

source : NN